Rangkuman Bab 8 Database Security
Keamanan basis data sangatlah penting untuk diperhatikan, karena basis data merupakan suatu hal yang penting dalam suatu sistem informasi.
Perubahan Paradigma personal-computer menjadi sharedcomputer
Shared-computer adalah komputer yang saling dikoneksikan satu dengan yang lain, sehingga user bisa saling berbagi informasi (shared-resources), yang membentuk sebuah Local Area Network (LAN). dengan adanya LAN (computer networks) akan mempercepat user untuk melakukan akses ke basis data.
Basis Data yang berada pada komputer dihubungkan ke jaringan komputer agar proses sharing information dapat berjalan. Dengan demikian, user dapat mengakses informasi yang diinginkan ke basis dara dari mana saja dan kapan saja.
Hal-hal yang dikhawatirkan saat basis data terkoneksi dari segala arah :
1. Membuka potensi lubang keamanan disusupi oleh penyadap.
2. User dihadapakan kepada pilihan : keamanan (secure), atau kenyamanan (comfortable).
3. Meningkatnya jumlah host yang digunakan seiring jumlah user yang memiliki otoritas menyebabkan, lebih banyak server yang harus ditangani ; sehingga meembutuhkan lebih banyak SDM yang handal dan tersebar; padahal susah mencari SDM yang diinginkan berdasar kebutuhan, untuk itu dilakukan desentralisasi sever.
Klasifikasi Keamanan Basis Data disebutkan sebagai berikut :
1.Keamanan yang bersifat fisik (physical security), yaitu yang berdasar pada aspek fisik perangkat. Misalkan ruang server, kunci komputer dan kartu elektronis.
2. Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel), yaitu user yang diberi labelling untuk privillege akses pengguna.
3. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi, yaitu bagaimana agar prosedur penyimpanan lebih aman, begitu juga pada media yang digunakan dan teknik untuk mengamankan data tersebut.
4. Keamanan dalam operasi, yaitu menyusun mekanisme pengoperasian user agar terkontrol sehingga dapat diantisipasi kesalahan yang terjadi saat penyimpanan dan pengambilan data.
Aspek pendukung Keamanan Basis Data :
1. Network security, memfokuskan kepada saluran pembawa informasi serta sistem yang terintegrasi kepadanya (host dan kanal).
2. Application security, memfokuskan kepada aplikasi itu sendiri (yang digunakan untuk basis data atau yang menjadi antar-muka kepada basis data), beserta aplikasi dukungan lainnya kepada basis data itu sendiri.
3. Computer security, memfokuskan kepada keamanan dari komputer (end system) yang digunakan, khususnya hardware pada komputer tersebut.
Aspek kehandalan terhadap Keamanan Basis Data :
- Privacy / confidentiality
Seperti bagaimana memproteksi data bersifat pribadi yang sensitif seperti: nama, tempat tanggal lahir, agama, hobby, penyakit yang pernah diderita, dll. Dan juga khususnya melakukan proteksi terhadap serangan sniffer.
- Integrity
Tindakan bagaimana agar informasi tidak berubah tanpa ijin.
- Authentication (otentikasi)
Tindakan ini dilakukan untuk meyakinkan keaslian data, sumber data yang diakses, user yang mengakses data, serta server yang digunakan, dengan melakukan cara seperti : penggunaan digital signature, dan biometrics.
- Availability
Artinya informasi harus dapat tersedia ketika dibutuhkan, dengan menghindari server dibuat hand. down, crash. Tindakan ini bertujuan untuk proteksi terhadap serangan: denial of service (DoS) attack.
- Non-repudation
Non-repudation maksudnya menghindari akses-user agar tidak menyangkal bahwa telah melakukan transaksi; dengan cara setiap akhir transaksi pada form dilengkapi dengan penggunaaan digital signature. Hal ini dilakukan untuk proteksi terhadap serangan; deception.
- Access control
Dengan adanya access control, maka ada sebuah mekanisme yang digunakan untuk mengatur user dan akses yang dilakukan oleh user (siapa boleh melakukan apa).
Beberapa penyalahgunaan basis data diantaranya sebagai berikut :
1. Tidak disengaja, misalnya :
- Kerusakan selama proses transaksi
- Gangguan dalam akses database
- Kesalahan pendistribusian data pada beberapa komputer
- Logika error yang mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan konsistensi database
2. Disengaja oleh pihak yang tidak ada otoritas, misalnya :
- Pengambilan data/ pembacaan data
- Pengubahan data
- Penghapusan data
Tingkatan entitas pada Keamanan Basis Data :
1. Physical, yaitu lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara fisik terhadap serangan apapun.
2. User, yaitu wewenang user harus ditetapkan dengan berhati-hati untuk mengurangi kemungkinan adanya manipulasi user lain yang otoritas.
3. Sistem Operasi, yaitu kelemahan entitas ini memungkinkan pengaksesan data oleh user tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem basis-data berjalan secara on-line.
4. Sistem Basisdata, yaitu pengaturan hak pengguna yang baik.
Alasan dibutuhkannya otoritas pada keamanan basis data :
- Pemberian wewenang atau hak istimewa (privillege) untuk mengakses sistem basis data.
- Kendali otorisasi dapat dibangun pada perangkat lunak dengan 2 fungsi :
- Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses
- Mengendalikan bagaimana user menggunakannya
- Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk memberikan hak akses dengan membuat user account.
- Relation, yaitu user diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses langsung suatu relasi.
- View, yaitu user diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses data yang tertampil pada view
- Read Authorization, yaitu user diperbolehkan membaca data, tetapi tidak dapat memodifikasi.
- Insert Authorization, yaitu user diperbolehkan menambah data baru, tetapi tidak dapat memodifikasi data yang sudah ada.
- Update Authorization, yaitu user diperbolehkan memodifikasi data, tetapi tidak dapat menghapus data.
- Delete Authorization, yaitu user diperbolehkan menghapus data.

Komentar
Posting Komentar